Apa yang Berubah Setelah Menekan “Serahkan” di Google Classroom?
Tombol “Serahkan” menandai tugas telah dikirim, tetapi tidak otomatis berarti nilainya sudah tersedia.
Menekan “Serahkan” sering dianggap sebagai akhir pekerjaan. Di Google Classroom, tombol itu lebih tepat dipahami sebagai tanda bahwa tugas berpindah dari siswa ke tahap pemeriksaan. Nilai dan pengembalian tugas merupakan tahap yang berbeda.
“Serahkan” menandai pengiriman, bukan terbitnya nilai
Menurut panduan resmi Google tentang penyerahan tugas, setelah pengiriman berhasil, status tugas berubah menjadi “Diserahkan”. Pengiriman setelah tenggat dicatat sebagai terlambat.
Bila masih perlu memperbaiki pekerjaan, siswa dapat membatalkan pengiriman, melakukan perubahan, lalu mengirimkannya kembali sebelum tenggat. Jadi, keberadaan tombol “Serahkan” tidak boleh disamakan dengan tanda bahwa guru sudah selesai memeriksa tugas.
Jenis lampiran menentukan ruang kerja siswa
Pengaturan lampiran Google Dokumen, Spreadsheet, atau Slide ikut menentukan cara tugas dikerjakan. Google menjelaskan bahwa pengajar dapat memilih agar siswa:
- hanya melihat file;
- mengedit file yang sama dengan siswa lain; atau
- menerima salinan file untuk masing-masing siswa.
Perbedaannya bukan sekadar tampilan. Pilihan tersebut menentukan apakah pekerjaan berlangsung pada dokumen bersama atau pada salinan individual. Karena itu, sebelum mengedit lampiran, siswa perlu mengenali jenis akses yang diberikan—terutama ketika nama file pribadi belum otomatis berarti file itu hanya digunakan oleh satu orang.
Untuk file Google Dokumen, Spreadsheet, atau Slide yang sudah diserahkan, panduan Google menyebut file tersebut hanya dapat dilihat dan diedit oleh pengajar sampai tugas dikembalikan. Ini menjelaskan mengapa perubahan setelah pengiriman tidak selalu dapat dilakukan langsung pada file yang sama.
Mengapa tugas bisa sudah dinilai tetapi statusnya belum “Dinilai”?
Google Classroom memisahkan tindakan memberi nilai dari tindakan mengembalikan tugas. Pengajar dapat memeriksa pekerjaan, memberi nilai atau komentar, kemudian mengembalikan tugas kepada satu siswa atau beberapa siswa. Pengajar juga dapat mengembalikan tugas tanpa nilai.
Panduan penilaian Google memberi arti yang lebih spesifik pada statusnya:
- “Diserahkan” berarti tugas sudah dikirim, termasuk keadaan ketika tugas sudah dinilai tetapi belum dikembalikan.
- “Dinilai” berarti tugas sudah diberi nilai dan dikembalikan kepada siswa.
- “Dikembalikan” berarti tugas dikembalikan tanpa nilai.
Dengan demikian, status “Diserahkan” belum cukup untuk menyimpulkan bahwa guru belum memberi nilai. Status itu hanya menunjukkan bahwa tahap pengiriman belum berubah menjadi tahap pengembalian yang selesai. Bagi siswa, perbedaan ini membantu membaca keadaan tugas tanpa menganggap nilai yang belum terlihat sebagai bukti bahwa tugas belum diperiksa.
Cara membaca alur Classroom dengan lebih tepat
Pertama, pastikan status berubah menjadi “Diserahkan” setelah tugas dikirim. Kedua, periksa jenis akses lampiran sebelum mengerjakan atau mengedit ulang. Ketiga, bedakan antara tugas yang sudah diberi nilai dan tugas yang sudah dikembalikan.
Intinya, Google Classroom bukan hanya tempat mengunggah berkas. Alurnya memisahkan tiga hal yang sering dianggap sama: mengirim pekerjaan, memeriksanya, dan mengembalikan hasil pemeriksaan. Memahami pemisahan itu membuat status tugas lebih mudah ditafsirkan dan mengurangi kesimpulan keliru tentang nilai.
Sumber rujukan
Catatan terkait
- Google Classroom: Kapan Memakai Forum, Komentar Kelas, dan Komentar Pribadi?
- Google Classroom Bukan Sekadar Kode Kelas: Memahami Alur Tugas sampai Dikembalikan
- Apa yang Membuat Alur Tugas di Google Classroom Mudah Diikuti?
- AI untuk Belajar: Kapan Menjadi Alat Bantu, Bukan Pengganti Cara Berpikir?
- Bolehkah AI Dipakai untuk Belajar? Pedoman Indonesia Menjawab dengan Syarat