Resident Evil Requiem: Horor Bertahan Hidup atau Aksi?
Resident Evil Requiem tidak memilih antara horor dan aksi. Perbedaan Grace dan Leon justru menjadi kunci memahami pengalaman yang ditawarkan.
Resident Evil Requiem menawarkan horor bertahan hidup sekaligus aksi, tetapi penekanannya berbeda menurut karakter. Grace Ashcroft menghadapi keterbatasan persediaan, sedangkan Leon S. Kennedy memiliki pendekatan pertarungan yang lebih berorientasi aksi. Jadi, pertanyaan sebelum membeli bukan hanya “seberapa seram?”, melainkan juga “jenis tekanan bermain seperti apa yang ditawarkan?”.
Grace: pertarungan harus ditimbang bersama persediaan
Menurut halaman resmi PlayStation Indonesia, bagian Grace menekankan persediaan dan kapasitas membawa barang yang terbatas. Pemain perlu mempertimbangkan kapan melawan dan kapan melarikan diri. Grace juga dapat menggunakan darah musuh yang terinfeksi untuk membuat barang, amunisi, serta injektor untuk melumpuhkan musuh dengan satu serangan.
Hubungan antara kedua hal itu penting: kemampuan membuat perlengkapan tidak berarti keterbatasan persediaan hilang. Justru, deskripsi tersebut menunjukkan bahwa menghadapi musuh berkaitan dengan pengelolaan sumber daya, bukan semata kemampuan menyerang. Bagi pembaca yang mencari unsur bertahan hidup, keterbatasan Grace lebih relevan sebagai patokan daripada sekadar keberadaan senjata.
Ini bukan jaminan tentang tingkat kesulitan. Yang dapat disimpulkan dari penjelasan resmi adalah bahwa keputusan melawan atau menghindar menjadi bagian dari pendekatan bermainnya.
Leon: aksi bukan hanya soal menembak
Halaman yang sama menjelaskan bahwa Leon dapat menggunakan senjata api, kapak kecil, serangan jarak dekat, tangkisan, serta senjata musuh. Perlengkapannya juga mencakup koper untuk amunisi dan barang pemulihan, dengan komponen senjata yang dapat disesuaikan.
Rangkaian kemampuan itu menjelaskan mengapa bagian Leon diposisikan sebagai aksi: pilihan menghadapi ancaman tidak terbatas pada tembakan. Perbedaannya dengan Grace bukan sekadar siapa tokohnya, melainkan perangkat tindakan yang ditonjolkan.
Namun, banyaknya pilihan serangan tidak membuktikan bahwa bagian Leon pasti lebih mudah. Deskripsi resmi memberi dasar untuk membedakan gaya bermain, bukan untuk menetapkan karakter mana yang paling ringan dimainkan.
Perspektif kamera tidak dikunci berdasarkan karakter
PlayStation menyatakan bahwa Grace maupun Leon dapat dimainkan dengan perspektif orang pertama atau orang ketiga. Artinya, jangan menganggap Grace selalu memakai pandangan orang pertama sementara Leon selalu terlihat dari belakang.
Ini memisahkan dua keputusan yang mudah tercampur: karakter menentukan pendekatan permainan yang dijelaskan di atas, sedangkan perspektif menentukan cara melihatnya. Memilih kamera yang sama tidak berarti kedua karakter menawarkan pengalaman yang sama.
Untuk pembeli PS5 di Indonesia
PlayStation Store Indonesia mencantumkan Standard Edition untuk PS5 dengan gim dasar Resident Evil Requiem sebagai isinya.
Daya tarik yang perlu dipertimbangkan adalah perpaduannya. Jika yang dicari hanya aksi atau hanya pengelolaan persediaan, deskripsi resminya justru menunjukkan bahwa Requiem menawarkan keduanya melalui karakter berbeda. Itulah ekspektasi yang lebih tepat dibawa sebelum membeli, tanpa menganggap pilihan kamera akan menghapus perbedaan tersebut.