Mikroplastik di Citarum dan Cirebon: Apa Arti Temuannya?

  • #Mikroplastik
  • #Lingkungan
  • #Citarum
  • #Cirebon

Angka mikroplastik tidak bisa langsung dijadikan peringkat pencemaran. Jenis sampel, ukuran partikel, dan cakupan penelitian ikut menentukan maknanya.

Mikroplastik di Citarum dan Cirebon: Apa Arti Temuannya?의 MICROPLASTIC SEDIMENT 관련 대표 이미지

Mikroplastik ditemukan dalam sampel sedimen dari bagian tengah Sungai Citarum dan pantai Cirebon. Namun, dua penelitian itu tidak bisa langsung dipakai untuk menyatakan daerah mana yang lebih tercemar. Temuan yang lebih berguna justru terletak pada apa yang diperiksa, bentuk partikel yang ditemukan, dan batas kesimpulannya.

Apa yang sebenarnya ditemukan di kedua lokasi?

Penelitian Citarum dalam jurnal LIMNOTEK memeriksa sedimen serta saluran pencernaan ikan sapu-sapu, Pterygoplichthys spp. Penelitian dilakukan tiga kali selama Februari–April 2022 di bagian tengah Citarum; judul artikel menyebut Karawang, Jawa Barat.

Peneliti melaporkan empat bentuk mikroplastik: pelet, film, serat, dan fragmen. Mayoritas partikelnya berukuran kurang dari 0,3 mm. Artinya, temuan tersebut bukan sekadar catatan tentang satu bentuk partikel plastik di sungai. Meski begitu, cakupannya tetap sampel sedimen dan saluran pencernaan ikan yang diteliti, bukan seluruh bagian Sungai Citarum.

Sementara itu, penelitian sedimen pantai Cirebon menganalisis 15 sampel dari lima lokasi yang mewakili permukiman nelayan dan pantai wisata. Bentuk film mendominasi sebesar 84%, sedangkan partikel berukuran kurang dari 1 mm mencakup 51% dari total mikroplastik.

Kedua hasil tersebut memberi gambaran berbeda: penelitian Citarum mencatat keragaman bentuk, sedangkan penelitian Cirebon menunjukkan dominasi film. Daftar bentuk dan persentase dominasi menjawab pertanyaan yang berbeda; keduanya tidak boleh dianggap sebagai ukuran yang setara.

Mengapa angka kelimpahan belum menjadi peringkat pencemaran?

Kelimpahan rata-rata dalam sedimen Citarum dilaporkan sebesar 602,22 ± 563,87 partikel/kg. Untuk sedimen pantai Cirebon, angkanya 583,33 ± 166,09 partikel/kg berat kering.

Angka tengah Citarum memang lebih besar. Namun, abstrak Citarum tidak menjelaskan basis berat sedimennya, sedangkan abstrak Cirebon secara eksplisit memakai berat kering. Kedua abstrak juga tidak menjelaskan makna tanda ±. Karena itu, mengurutkan tingkat pencemaran hanya dari angka tengah akan mengabaikan informasi pengukuran yang belum setara.

Hal serupa berlaku pada ukuran partikel. Pernyataan “mayoritas kurang dari 0,3 mm” di Citarum tidak dapat langsung dibandingkan dengan “51% kurang dari 1 mm” di Cirebon untuk menentukan lokasi yang memiliki lebih banyak partikel sangat kecil. Ambang ukuran yang dilaporkan berbeda.

Bagi pembaca, perubahan cara pandangnya sederhana: jangan berhenti pada pertanyaan “berapa banyak?”. Tanyakan juga “dihitung dalam sampel apa dan dengan dasar pengukuran apa?”.

Apakah temuan ini menunjukkan sumber sampahnya?

Artikel Cirebon mengemukakan dugaan kontribusi pembuangan limbah rumah tangga. Namun, interpretasi tersebut bukan pembuktian asal setiap partikel. Dominasi film saja tidak cukup untuk menunjuk satu kegiatan atau kelompok sebagai sumber tunggal.

Dalam penelitian Citarum, perbedaan pencemaran antara kawasan industri, permukiman padat, dan pertanian tidak signifikan secara statistik. Hasil itu tidak berarti semua kawasan identik, ataupun membuktikan bahwa kegiatan tertentu tidak berkontribusi. Kesimpulan yang dapat dipertahankan lebih terbatas: penelitian tersebut tidak menemukan perbedaan yang signifikan pada perbandingan yang dilakukan.

Seberapa jauh hasilnya menggambarkan kondisi sekarang?

Data Citarum berasal dari penelitian pada Februari–April 2022. Abstrak Cirebon tidak mencantumkan waktu pengambilan sampel. Maka, keduanya berguna sebagai bukti keberadaan mikroplastik pada sampel yang diteliti, tetapi bukan laporan kondisi harian atau bukti bahwa pencemaran sedang meningkat.

Nilai kedua penelitian ini bukan sebuah peringkat daerah. Keduanya memperlihatkan mengapa pembicaraan tentang mikroplastik perlu menyertakan lokasi, jenis sampel, bentuk, dan ukuran partikel. Tanpa konteks itu, angka terlihat tegas, tetapi kesimpulannya justru bisa melampaui bukti.

Sumber rujukan