“Hujan Deras” Menurut BMKG: Cara Membedakan Intensitas dan Masa Berlaku Peringatan
Hujan lebat tidak otomatis berarti hujan berlangsung lama. Bedakan satuan per jam, per hari, wilayah, dan masa berlaku peringatannya.
Ketika hujan terasa sangat deras, pertanyaan yang berguna bukan hanya berapa lama hujan akan berlangsung. Menurut acuan BMKG, istilah hujan lebat perlu dibaca bersama satuannya: curah hujan per jam atau per hari. Peringatan dini juga memiliki cakupan waktu dan wilayah sendiri.
Apa yang sebenarnya diukur saat disebut hujan lebat?
SOP BMKG membedakan intensitas hujan berdasarkan curah hujan per hari dan per jam:
| Kategori | Curah hujan per hari | Curah hujan per jam |
|---|---|---|
| Hujan ringan | 0,5 hingga <20 mm | 1 hingga <5 mm |
| Hujan sedang | 20 hingga <50 mm | 5 hingga <10 mm |
| Hujan lebat | 50 hingga <100 mm | 10 hingga <20 mm |
| Hujan sangat lebat | 100–150 mm | 20–50 mm |
| Hujan ekstrem | >150 mm | >50 mm |
Perbedaan satuan ini penting. Kata lebat menjelaskan intensitas dalam interval pengukuran, bukan dengan sendirinya menjelaskan durasi hujan. Karena itu, label hujan lebat tidak otomatis berarti hujan akan turun sepanjang hari atau terjadi di semua tempat.
Mengapa angka per jam dan per hari tidak boleh disamakan?
Kolom per jam dan per hari menjawab dua pertanyaan berbeda. Angka per jam membantu membaca intensitas dalam rentang pendek, sedangkan angka per hari menggambarkan curah hujan dalam rentang harian. Keduanya tidak bisa langsung dipertukarkan hanya karena sama-sama menggunakan satuan milimeter.
Implikasinya bagi pembaca cukup praktis: ketika melihat angka atau kategori hujan, periksa terlebih dahulu satuannya. Tanpa informasi itu, kata hujan deras masih terlalu umum untuk menjelaskan seberapa besar intensitas yang dimaksud.
Apa yang ditambahkan oleh peringatan dini BMKG?
Laman Peringatan Dini Cuaca BMKG tidak hanya menampilkan label hujan. Informasinya mencakup wilayah terdampak, waktu mulai dan berakhir, serta potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
SOP BMKG menjelaskan bahwa informasi nowcasting disiapkan untuk sekitar 1–3 jam ke depan. Artinya, peringatan ini lebih tepat dibaca sebagai informasi potensi cuaca jangka pendek. Peringatan tersebut bukan kepastian bahwa hujan akan terjadi di setiap titik dalam wilayah yang disebutkan.
Jadi, membaca kata lebat saja belum cukup. Wilayah dan masa berlaku peringatan sama pentingnya dengan kategori intensitasnya.
Kapan informasi dasarian lebih relevan?
BMKG juga menyediakan Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi dengan tingkat Waspada, Siaga, dan Awas. Informasi ini digunakan untuk melihat potensi curah hujan tinggi dalam periode dasarian, yaitu sekitar sepuluh hari.
Perbedaan rentang waktu membuat kedua produk tersebut tidak menjawab pertanyaan yang sama. Peringatan dini cuaca membantu membaca potensi dalam waktu dekat, sedangkan informasi dasarian memberi gambaran untuk periode yang lebih panjang. Menggunakan salah satunya untuk menjawab pertanyaan yang seharusnya dijawab oleh produk lain dapat membuat kesimpulan menjadi terlalu luas.
Jadi, bagaimana memahami istilah hujan deras?
Cara yang lebih tepat adalah menggabungkan tiga unsur: intensitas, wilayah, dan periode. Intensitas dibaca melalui angka per jam atau per hari. Wilayah serta waktu mulai–berakhir dibaca dari peringatan dini. Untuk horizon sekitar sepuluh hari, rujuk informasi curah hujan tinggi dasarian.
Dengan cara ini, “hujan deras” tidak lagi dipahami sebagai sinonim dari hujan yang pasti lama. Istilah tersebut harus selalu dibaca bersama satuan pengukuran dan cakupan peringatannya.
Sumber rujukan
Catatan terkait
- Cuaca Besok: Mengapa Prakiraan BMKG Harus Dibaca per Lokasi
- Weather Tomorrow di Indonesia: Mengapa Lokasi Menentukan Jawabannya
- Cara Menemukan Prakiraan Cuaca Resmi untuk Provinsi dan Kota
- Cuaca Besok, 20 September 2026: Wilayah Mana yang Berpotensi Hujan?
- Mengenal Portal Informasi Iklim BMKG dan Jenis Produknya